Jika Puncak Suroloyo merupakan puncak tertinggi di perbukitan Menoreh, Embung Batara Sriten dikenal sebagai telaga tertinggi di Yogyakarta. Ini karena embung Gunungkidul tersebut terletak di puncak bukit. Di bawahnya terhampar pemandangan alam yang begitu luas  dan memesona. Meski terbilang baru, namun keelokannya cukup memikat hati para wisatawan.

Dari namanya saja, Embung Sriten pasti punya kisah tersendiri di baliknya yang menarik untuk di simak. Ditambah lagi, ada sejumlah aktivitas seru yang bisa Anda lakukan di sana.

Batara Sriten Tempat Terbaik untuk Menjajal Paralayang

Jika dilihat dari atas, embung Gunungkidul ini bentuknya memang agak tidak beraturan. Ini sengaja dilakukan agar tampak keindahannya dan lebih menarik di mata pengunjung. Banyak terdapat spot foto menarik yang bebas Anda pilih sendiri. Bisa berfoto di depan embung atau mengambil latar belakang pemandangan hijau di sekitar lokasi embung.

Tersedia pula gazebo atau pendopo untuk beristirahat sambil menikmati suasana. Jangan lupa memesan secangkir kopi tubruk dari warung kopi yang buka di sekitar Embung Sriten. Tidak jauh dari embung, Anda juga bisa berjalan kaki menuju Puncak Mangir. Di sinilah biasanya para wisatawan berkumpul menjelang malam, untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.

Lokasi Embung Batara Sriten mudah ditemukan, tetapi jalurnya cukup sulit. Anda disarankan menggunakan kendaraan yang tangguh di medan sulit. Salah satunya, kami menyediakan jasa sewa mobil murah di jogja yang siap menerjang segala medan.

Foto

Sejarah Embung Batara Sriten

Embung Batara Sriten Gunungkidul pertama kali dibuka pada tahun 2014 lalu oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X. Rencananya, kawasan Embung Sriten ini akan dijadikan perkebunan buah-buahan sehingga menjadi lokasi wisata yang indah. Sementara penampungan airnya bisa dimanfaatkan untuk perkebunan tersebut ketika memasuki musim kemarau.

Kunjungi juga pantai terluas di Gunung Kidul: Pantai Wediombo

Saat mendengar nama Batara Sriten, mungkin Anda berpikir bahwa embung ini ada kaitannya dengan kisah pewayangan. Memang, banyak wisatawan yang menjulukinya dengan ‘pemandian para dewa’ karena letaknya yang sangat tinggi. Namun Embung Batara Sriten diadaptasi dari nama Pegunungan Baturagung Utara, disingkat Batara.

Lokasi Tempat Wisata

Fasilitas yang Tersedia di Tempat Wisata

Fasilitas di embung Batara Sriten Gunung Kidul ini sudah cukup lengkap. Beragam fasilitas yang tersedia disini di antaranya:

  • Toilet umum
  • Area parkir
  • Warung-warung kecil
  • Gazebo
  • Spot foto yang tak terbatas
  • Puncak Mangir
  • Perkebunan buah manggis, sirsak, klengkeng, dan durian
  • Petilasan Syeh Wali Jati

Selain sebagai tempat wisata, tempat ini juga sering dijadikan arena olahraga dirgantara (aerosport). Beberapa klub olahraga sering melakukan aktivitas paralayang, gantole hingga paramotor.

Harga Tiket Masuk dan Parkir Kendaraan

Harga tiketnya masuk Batara Sriten relatif murah. Akan tetapi, biaya perjalanan sampai dengan lokasi Embung Sriten ini memang biasanya lebih mahal. Jika ingin hemat, sebaiknya Anda juga membawa bekal makanan dan minuman dari rumah. Berikut daftar selengkapnya:

KeteranganHarga
Tiket MasukRp 5.000
Parkir MotorRp 2.000
Parkir MobilRp 5.000

Air di telaganya tenang, pemandangannya indah dan udaranya pun sejuk. Tetapi jika Anda membawa anak-anak, pastikan selalu mengawasi mereka. Meski di sepanjang embung Batara Sriten sudah dipasang pagar, cukup berisiko melepas anak-anak beraktivitas tanpa pengawasan. Pengelola tempat wisata juga sudah memberi imbauan agar wisatawan tidak bersandar di pagar pembatas. Tempat wisata ini telah kami rangkum dalam paket tour jogja murah sudah termasuk hotel.

Mengunjungi embung Batara Sriten akan jadi pengalaman wisata yang sama sekali baru dan pastinya sangat menyenangkan. Cocok untuk melepas penat agar bisa kembali bersemangat keesokan harinya. Datanglah ke Embung ini bersama teman atau keluarga saat akhir pekan. Suasananya masih asri dan terbilang masih sepi.