Yogyakarta memiliki ciri khas yang menjadi keistimewaan tersendiri. Yakni budaya Jawa yang masih kental terasa. Selain itu, memiliki masakan khas. Juga beragam destinasi wisata yang selalu diincar. Tak terhitung berapa banyak wisatawan yang berkunjung ke Jogjakarta setiap harinya. Salah satu destinasi wisata yang tergolong baru adalah Embung Nglanggeran.

Sudah pernah dengar tempat wisata ini? Atau belum pernah berkunjung sama sekali? Penasaran apa Embung Nglanggeran ini? Apa daya tariknya? Yuk intip pembahasan tentang Embung Nglanggeran Yogyakarta berikut ini

Sekilas Tentang Embung Nglanggeran

Embung Nglanggeran dulunya adalah sebuah perbukitan yang kemudian dijadikan sebagai embung di atas bukit. Embung yang dimaksud disini merupakan bahasa jawa yang artinya adalah telaga buatan.

Terletak di Nglanggeran Wetan, Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, danau ini termasuk destinasi wisata yang masih muda, baru berumur 5 tahun. Pada tanggal 19 Februari 2013, obyek wisata ini telah diresmikan oleh sri Sultan Hamengkubuwono X.

Latar Belakang Diciptakannya Embung Nglanggeran

Diciptakannya embung atau telaga buatan ini dikarenakan para penduduk sekitar kesulitan menampung air. Kemudian dibuatlah embung di perbukitan. Perbukitan ini terletak di pinggang Gunung Api Purba Nglanggeran. Bukit gunung tersebut dikeruk menjadi telaga buatan penadah hujan. Hal ini berfungsi untuk menampung air dalam wadah dengan kapasitas yang sangat besar.

Selain menampung air hujan, embung ini juga menampung air yang asalnya dari sumber air Sumurup yang berlokasi di Gunung Api Purba Nglanggeran. Embung inilah yang mengaliri air ke perkebunan milik penduduk. Perkebunan penduduk memiliki luas sekitar 20 Ha. Saking luasnya, Embung Nglanggeran juga disebut sebagai Kebun Buah Nglanggeran.

Rute Menuju Embung Nglanggeran Dan Harga Tiket Masuk

Berhubung obyek wisata ini termasuk baru di Gunung Kidul, berikut akan dijelaskan rute menuju Embung Nglanggeran dari dua arah kota.

Dari Arah Kota Solo

Kota Solo – Jalan Solo – Prambanan – Piyungan – Bukit Patuk atau dikenal sebagai Bukit Bintang – Perempatan Patuk belok kiri – Desa Ngoro-Oro – Pertigaan UPT Puskesmas Patuk II belok ke kanan – setelah Pendopo Kalisong lurus terus ikuti jalanan beraspal – pertigaan SDN Nglanggeran belok ke kiri – perhatikan papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran melewati tikungan dan pertigaan – Kebun Buah Nglanggeran atau Embung Nglanggeran.

Dari Arah Kota Yogyakarta

Kota Yogyakarta – Jalan Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk atau dikenal sebagai Bukit Bintang – Perempatan Patuk belok kiri – Desa Ngoro-Oro – Pertigaan UPT Puskesmas Patuk II belok ke kanan – setelah Pendopo Kalisong lurus terus ikuti jalanan beraspal – pertigaan SDN Nglanggeran belok ke kiri – perhatikan papan petunjuk menuju Kebun Buah Nglanggeran melewati tikungan dan pertigaan – Kebun Buah Nglanggeran atau Embung Nglanggeran.

Untuk harga tiket masuk kawasan wisata ini sangat terjangkau. Hanya dengan Rp10.000,-/orang termasuk satu paket dengan parkir kendaraan dan asuransi kunjungan. Murah, kan?

Panorama Yang Disuguhkan

Setelah Embung Nglanggeran diresmikan sebagai tempat wisata oleh Pemerintah, kawasan ini langsung laris diserbu wisatawan. Tak lain karena panorama alam yang disuguhkannya. Panorama yang bisa didapatkan di Embung Nglanggeran adalah seperti berikut ini :

1. Kelokan Anak Tangga

Untuk bisa mencapai puncak bukit dimana terletak Embung Nglanggeran, pengunjung harus menapaki puluhan anak tangga yang berkelok-kelok. Anak tangga ini tersusun rapi dan terdapat pegangan di tepi. Tergolong aman dan tidak menyusahkan.

2. Suasana Danau Yang Romantis

Embung Nglanggeran banyak diincar oleh kawasan muda-mudi. Suasana yang tercipta untuk mendinginkan hati ini tak ayal membuatnya disebut sebagai danau romantis. Kawasan wisata ini menjadi destinasi wisata favorit pasangan muda masa kini.

3. Dikepung Tebing Gunung Yang Indah

Seperti yang telah disebutkan di atas, Embung Nglanggeran terletak di kaki Gunung Purba Nglanggeran. Tentunya, telaga buatan ini sangat cantik dengan pemandangan tebing gunung di sekelilingnya. Jadi berasa seperti telaga yang dikepung tebing gunung.

Baca ulasan selengkapnya tentang : Gunung Nglanggeran

4. Spot Sunrise Dan Sunset Terbaik

Jika datang di pagi hari, sunrise terbaik bisa disaksikan di embung ini. Mulai dari proses matahari terbit hingga menjulang tinggi di angkasa dan sinarnya yang memantul di air telaga. Benar-benar sangat amat cantik. Di sore hari, tentu ada panorama sunset yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung. Saksikan pemandangan matahari terbenam secara telanjang, alias tidak dibatasi atau terhalang oleh apapun.

Lihat juga spot sunrise dan sunset lain yang tidak kalah indahnya : Candi Ijo

5. Pemandangan Alam Lembah Berkabut

Apabila datang di waktu yang pas, pengunjung bisa menyaksikan lembah berkabut di sekitar kawasan wisata Embung Nglanggeran. Waktu terbaik untuk menyaksikan lembah berkabut ini yakni di pagi hari. Cocok bagi pengunjung yang akan melamar pasangannya.

6. Terdapat Gugusan Batu Raksasa Dan Gubuk Kecil Untuk Bersantai

Tidak akan merasa bosan ada di sana. Pengunjung bisa menemukan pemandangan lembah hijau menembus batas horison. Selain itu akan dimanjakan dengan panorama gugusan batu raksasa. Gugusan ini yang membentuk Gunung Api Purba Nglanggeran. Kawasan embung ini juga menyediakan gubuk kecil sebagai tempat bersantai para pengunjungnya.

Tips Berwisata Ke Embung Nglanggeran

Berikut akan disebutkan beberapa tips pada saat mengunjungi Embung Nglanggeran. Sebelum berkunjung ke Embung Nglanggeran, baiknya perhatikan tips di bawah ini :

1. Perhatikan Jarak Tempuh Dan Waktu Terbaik

Untuk mendapat momen terbaik di waktu yang pas, sebaiknya perhatikan jarak tempuh dan perkiraan waktu tiba. Tentu sebagai pengujung menginginkan tiba di kawasan wisata di waktu-waktu terbaiknya. Direkomendasikan untuk mengunjungi embung di sore hari untuk mendapat panorama sunset tereksotis. Jika bertolak dari pusat kota Yogyakarta, baiknya berangkat sekitar pukul 15.00 WIB. Sehingga setibanya di embung dapat segera menikmati sunsetnya.

2. Perhatikan Kondisi Cuaca

Apabila kondisi cuaca sedang buruk, sebaiknya tunda keberangkatan. Tentu kondisi cuaca ini berpengaruh terhadap waktu dan kondisi liburan. Jika cuaca sedang cerah dan bagus, jangan sia-siakan kesempatan ini untuk berkunjung.

3. Pertimbangkan Kendaraan

Jika membawa kendaraan pribadi, pastikan sudah mengecek kondisi kendaraan dalam keadaan prima untuk menaklukkan medan. Jalan menuju Embung Nglanggeran, semakin dekat dengan embung maka kondisi jalan belum begitu baik, jadi pastikan berhati-hati.

Nah bagi wisatawan yang tidak membawa kendaraan pribadi, disarankan untuk menggunakan jasa sewa mobil di Jogja. Hal itu dikarenakan untuk menuju Embung Nglanggeran tidak ada angkutan umum. Bagi wisatawan yang masih asing dengan wilayah Yogyakarta dan ragu untuk berkendara sendiri, bisa menyewa mobil sekaligus dengan sopirnya untuk menemani perjalanan.

Larangan Yang Perlu Diperhatikan

Selain tips berkunjung, wisatawan juga sebaiknya mengetahui hal-hal yang tidak boleh dilakukan di tempat ini. Beberapa tempat wisata biasanya memiliki beberapa larangan kunjungan. Begitu pula di Embung Nglanggeran.

Terdapat beberapa larangan seperti dilarang berenang di embung, dilarang membuang atau melempar apapun di embung, dilarang masuk ke dalam pagar atau duduk di pagar embung, dilarang membuang sampah sembarangan, dilarang memancing di kawasan embung.

Dari ulasan di atas, sudah bisa dibayangkan ya betapa indahnya Embung Nglanggeran ini. Meskipun berupa telaga buatan, tapi kawasan wisata ini memiliki keunikan tersendiri dan panorama alam yang cantiknya bukan main.