Jika berbicara tentang peninggalan sejarah yang ada di kota Jogja, ada banyak sekali tempat, situs dan bangunan yang bisa dibahas. Salah satu peninggalan sejarah Jogja yang masih awet hingga sekarang adalah Plengkung Gading. Dalam bahasa Jogja, Plengkung ini artinya gerbang. Bangunan yang satu ini memang merupakan sebuah gerbang yang memagari Keraton Yogyakarta.

Gerbang yang satu ini memang tidak bisa dipisahkan dari Keraton Yogyakarta. Hal ini dikarenakan gerbang ini adalah bagian dari Keraton Yogyakarta. Plengkung ini dulunya diberi nama Plengkung Nirbaya. Gerbang keraton yang satu ini menyimpan sejarah yang wajib dikenang oleh masyarakat Jogja. Di bawah ini akan disampaikan beragam informasi seputar Plengkung ini.

Baca selengkapnya tentang : Keraton Yogyakarta

Lokasi Dan Harga Tiket Plengkung Gading

Lokasi dari plengkung ini sangat mudah untuk didapatkan. Hal ini dikarenakan gerbang ini masih satu kawasan dengan Keraton Yogyakarta. Letaknya tepat di bagian selatan alun-alun. Sehingga ketika anda jalan-jalan ke Keraton Yogyakarta jangan lupa mampir ke kawasan Plengkung Gading. Untuk menuju kawasan ini, anda juga bisa menggunakan jasa mobil sewa. Hal ini akan memberikan banyak kemudahan.

Lihat tempat wisata di Jogja lain : Sumur Gumuling Tamansari

Jika anda berlibur ke Plengkung Nirbaya maka anda tidak perlu membayar tiket. Bangunan ini dibuka secara gratis. Sehingga tidak heran jika tempat ini banyak didatangi oleh para wisatawan. Bangunan sejarah ini bisa dinikmati tanpa harus membayar. Sebelum ke sini, sebaiknya anda mengetahui sejarah sebenarnya tentang plengkung ini.

Sejarah Tentang Plengkung Gading

Menyimpan banyak sejarah, membuat plengkung yang satu ini sangat diminati. Plengkung ini sudah ada sejak ratusan tahun silam pada masa Sultan Hamengku Buwono I. Berdirinya plengkung ini didasarkan ide untuk menjaga Keraton Yogyakarta. Sehingga awalnya gerbang ini semacam benteng pertahanan dari Keraton Yogyakarta.

Sebenarnya ada 5 plengkung yang mengelilingi keraton. Namun yang masih digunakan hingga sekarang dan sangat menarik perhatian hanya Plengkung Gading. Pada zaman dahulu gerbang ini dijaga ketat oleh para pasukan prajurit keraton. Hal ini dikarenakan plengkungan ini adalah gerbang yang bisa digunakan untuk masuk dan keluar istana.

Masyarakat Jogja dulunya sangat merasa takut untuk lewat dari plengkungan ini. Hal ini dikarenakan penjagaan yang ekstra ketat. Tentu saja penjagaan ekstra ketat ini untuk menjamin keselamatan seluruh penghuni keraton. Sehingga setiap pengunjung yang datang pasti akan diperiksa.

Daya Tarik Dari Plengkung Gading

Plengkung Gading memiliki daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Daya tarik inilah yang membuat wisatawan selalu menyempatkan diri mampir ke plengkung ini. Oleh sebab itu, sayang sekali jika anda sudah sampai ke Keraton Yogyakarta namun tidak mampir ke plengkung ini. Berikut ini akan dijabarkan tentang daya tarik dari plengkung Gading:

1. Desainnya Sangat Unik

Desain dari bangunan yang satu ini sangat unik sekali karena penuh dengan lengkungan. Ada banyak lengkungan yang ada pada bagian atas gerbang ini. Selain itu, desain dari gerbang ini juga dipenuhi dengan ukiran-ukiran khas Jogja. Hal ini membuat gerbang ini memiliki tingkat seni yang tinggi. Nilai seni yang tinggi inilah yang sampai sekarang terus dijaga agar tidak sampai rusak.

2. Memiliki Sirine

Bangunan ini memiliki sirine. Sirine ini khusus dibunyikan hanya pada saat tertentu saja. Sirine ini dibunyikan ketika 17 Agustus dan pada saat waktu berbuka puasa di bulan Ramadhan. Jadi bisa dikatakan jika bangunan ini termasuk salah satu bangunan yang memiliki tugas memberi informasi yang penting. Sirine ini juga merupakan sebuah pertanda penting bagi warga di sekitar Keraton Yogyakarta.

3. Kaya Akan Mitos

Ada banyak mitos yang beredar seputar gerbang ini. Salah satu mitos yang ada adalah orang-orang yang memiliki ilmu hitam tidak bisa melewati gerbang ini. Hal ini dikarenakan gerbang ini memiliki kekuatan untuk menangkal kekuatan jahat. Bahkan jika seseorang berhasil lewat, maka ilmu hitam yang dimiliki akan hilang. Sebagaimana mitos, tentunya anda boleh percaya dan boleh juga tidak.

4. Memiliki Taman Kecil

Pada bagian sisi samping bangunan ini ada sebuah taman kecil. Taman kecil ini memiliki beragam jenis tanaman. Tentunya keberadaan taman ini menambah keindahan bangunan plengkungan ini. Taman-taman ini juga dijaga dengan baik oleh pihak keraton.

5. Menyajikan Suasana Jogja Tempo Dulu

Ketika anda berada di kawasan bangunan ini, anda seperti sedang berada di kawasan Jogja tempo dulu. Hal ini tentu akan membuat anda merasakan sensasi yang berbeda. Namun hal inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung. Para pengunjung bisa menikmati suasana Jogja pada zaman sejarah. Jadi tidak heran jika banyak orang yang betah berlama-lama di sini.

6. Berkaitan Dengan Ritual-Ritual Khusus

Gerbang ini berkaitan dengan ritual-ritual khusus yang dibuat oleh pihak Keraton Yogyakarta. Bahkan para sultan keraton yang telah wafat, jenazahnya diantarkan melewati plengkung ini. Plengkung ini dijadikan sebuah simbol kedatangan dan kepergian. Oleh sebab itu, gerbang ini tidak bisa dipisahkan dari suasana-suasana yang sakral. Tempat sakral ini memberikan nuansa yang berbeda.

7. Menyajikan Pemandangan Indah Saat Malam Hari

Datanglah pada malam hari ke plengkungan ini. Anda bisa menyaksikan pemandangan yang indah. Plengkung ini akan dihiasi lampu berwarna kuning. Hal ini akan menambah kecantikan pemandangan plengkung pada malam hari. Anda bisa melihat pemandangan yang unik dan sangat bernilai seni.

Itulah daya tarik yang dimiliki oleh Plengkung Gading. Jika anda sedang mengunjungi tempat ini ada beberapa larangan yang harus anda indahkan. Larangan ini dibuat agar menjaga gerbang gading dari kerusakan.

Larangan Ketika Berkunjung Ke Plengkung Gading

Setidaknya ada 3 larangan yang wajib anda patuhi. Ketiga larangan ini memang mungkin tidak akan diberitahu secara langsung. Namun sudah banyak kejadian yang membuat plengkungan ini menjadi rusak citranya. Berikut ini ketiga larangan tersebut:

  • Jangan Memanjat Dinding Gerbang. Beberapa waktu yang lalu ada beberapa pengunjung yang naik ke atas dinding plengkung hanya karena ingin mengambil foto dari sudut yang pas. Hal ini membuat banyak masyarakat Jogja khususnya pihak keraton yang marah. Dinding gerbang ini tidak boleh dipanjat apalagi sampai diinjak. Hal ini tentu dapat mengotori gerbang.
  • Jangan Mencoret Dinding. Dinding gerbang ini penuh dengan ukiran yang sangat berseni. Jangan sampai anda mengotori dinding dengan mencoretnya. Selain mencoret, hindari juga membuang sampah sembarangan di area dinding ini. Dinding plengkung harus selalu bersih dan juga terjaga kelestariannya.
  • Jangan Membuat Tindakan Asusila. Gerbang ini pernah tercoreng namanya karena tindakan asusila yang dilakukan oleh beberapa orang remaja. Hal ini jelas sangat tidak etis dan melanggar norma setempat. Anda juga tidak boleh berkata kasar dan sembarangan di tempat ini.

Jadilah wisatawan yang cerdas dengan menjaga objek wisata yang dikunjungi. Plengkung Gading bukan hanya sekedar tempat untuk berfoto-foto. Tempat ini kaya akan sejarah dan nilai seni. Oleh sebab itu, kelestariannya wajib menjadi tanggung jawab bersama. Nikmati keindahannya, namun jangan rusak bangunannya.