GeoForest Turunan Watu Payung Jogja merupakan kawasan konservasi yang kini menjadi objek wisata populer di Yogyakarta. Keindahan pegunungan gamping, sungai Oyo dan keragaman hayatinya menyuguhkan panorama yang memanjakan mata. Tak heran jika tempat wisata satu ini seringkali disinggahi ketika wisatawan hendak kembali dari Gunungkidul.

Banyak spot foto menarik dan trek pegunungan yang seru untuk dijelajahi. Apalagi jika Anda berkunjung di pagi hari sebelum matahari terbit.

Berburu Momen Sunrise dan Sunset dari Watu Payung

Keunggulan wisata Watu Payung Jogja ini adalah pemandangan alamnya yang masih asri. Dari atas ketinggian, Anda bisa melihat jajaran perbukitan dan merasakan udara yang sejuk. Di pagi hari wisatawan biasanya berburu momen sunrise, dan di sore hari ramai orang yang menantikan sunset. Apalagi Watu Payung memiliki gardu pandang yang sangat unik untuk menikmati momen tersebut.

Lokasi tempat wisata Jogja satu ini terletak di tengah-tengah hamparan pegunungan, tepatnya di Desa Girisuko, Kecamatan Panggang, Gunungkidul. Jika tidak paham rutenya, Anda bisa menggunakan rental mobil Jogja yang siap mengantar sampai ke tujuan. Sebab lokasinya memang jauh dari perkotaan, sekitar 30 km dari Yogyakarta. Lebih mudah diakses dengan kendaraan pribadi daripada kendaraan umum.

Sejarah GeoForest Turunan Watu Payung

Awalnya GeoForest Turunan ini bukanlah objek wisata, melainkan sebuah kawasan konservasi hutan jati. Disebut Watu Payung, salah satunya adalah karena tempatnya adalah tanah bebatuan (watu). Namun, pengambilan nama ‘payung’ sendiri ternyata berasal dari sebuah objek batu besar yang berbentuk seperti payung. Lokasi itu pula yang dianggap sakral.

Wisata air terjun yang sejuk dengan pemandangan asri: Grojogan Banyu Tibo

Dahulu, tempat ini memang memiliki ikatan emosional dengan warga sekitar pada zaman penjajahan. Watu Payung sering dijadikan tempat bersembunyi dari penjajah karena selalu aman dari para tentara Belanda atau Jepang. Dengan dijadikannya Watu Payung sebagai destinasi wisata Jogja, diharapkan bisa memberi manfaat bagi warga Turunan dan sekitarnya.

Lokasi Tempat Wisata

Fasilitas yang Tersedia

Fasilitas yang tersedia di lokasi wisata terbilang sudah cukup lengkap. Pengelola objek wisata telah membangun banyak fasilitas umum untuk kenyamanan wisatwan. Berikut daftar lengkap fasilitas yang tersedia.

  • Toilet umum
  • Mushala
  • Area Parkir
  • Gazebo
  • Ornamen gerbang unik
  • Spot foto panorama Hasta Apsari
  • Aktivitas memanah atau jemparingan
  • Tempat makan

Spot foto Hasta Apsari adalah ikon sekaligus tempat favorit para wisatawan yang datang ke Watu Payung. Dari titik ini pula biasanya wisatawan menikmati pemandangan sunrise dan sunset.

Foto

Harga Tiket Masuk dan Parkir Kendaraan

Tiket masuk Watu Payung harganya sangat terjangkau untuk semua kalangan. Beragam biaya lainnya juga harganya hanya di bawah Rp 10.000. Berikut daftar lengkap tiket masuk dan biaya parkir.

KeteranganHarga
Tiket MasukRp 5.000
Parkir MotorRp 2.000
Parkir MobilRp 5.000
Foto di Spot PanoramaRp 5.000 per 3 menit
Jasa FotograferRp 3.000 per foto
MemanahRp 10.000 per 10 anak panah

Akan lebih hemat jika Anda membawa kamera sendiri untuk mengabadikan momen. Namun tidak ada salahnya juga menggunakan jasa fotografer yang sudah andal jika ingin hasil foto yang lebih bagus. Tempat wisata ini telah kami rangkum dalam paket tour jogja yang dapat Anda pilih sesuai dengan hari libur Anda.

Untuk mengunjungi tempat wisata Jogja satu ini, disarankan di awal-awal musim kemarau yaitu sekitar Mei-Juli. Jadi kemungkinan besar Anda bisa mendapatkan cuaca yang sedang cerah. Selain itu siapkan juga perbekalan seperti makanan dan minuman jika ingin lebih hemat. Dan pastikan keadaan kendaraan dan fisik Anda dalam kondisi prima.

GeoForest Turunan Watu Payung Jogja benar-benar memberi pengalaman wisata yang berbeda. Pemandangan yang disuguhkan mirip seperti ketika Anda naik ke puncak gunung. Yang jelas lokasi wisata Jogja ini bisa menjadi alternatif lain saat berkunjung ke Gunungkidul selain hanya ke pantai.