Yogyakarta adalah salah satu destinasi wisata andalan di Indonesia. Banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara mengunjungi Kota Gudeg ini dengan berbagai macam tujuan. Mulai dari wisata sejarah, alam, kuliner, hingga wisata edukasi tersedia di kota ini. Dan ada satu lagi obyek wisata yang dapat dijadikan sebagai alternatif tujuan, yaitu Goa Kiskendo di Kulon Progo.

Telah ditemukan sejak dua abad lalu, Goa Kiskendo dulunya merupakan tempat pertapaan. Orang-orang berdatangan ke goa ini untuk mencari ketenangan batin dan pikiran. Terdapat 9 kamar di dalam goa yang hingga sebelum menjadi obyek wisata sering digunakan sebagai lokasi bertapa.

Mau tahu tempat wisata goa lain yang tidak kalah menariknya? Baca : Goa Rancang dan Goa Pindul

Mitos Tentang Goa Kiskendo

Konon kabarnya, Goa Kiskendo merupakan lokasi kerjaan milik Prabu Mahesasura, yang memiliki wujud manusia namun dengan kepala kerbau, bernama Guwa Kiskenda. Dalam memimpin kerajaannya, sang prabu dibantu oleh adiknya Patih Lembusura, berkepala sapi berbadan manusia.

Merasa diri jumawa, Prabu Mahesasura bermaksud meminang Dewi Tara, putri dari Bathara Indra, namun ditolak. Bersama dengan adiknya, sang prabu mengamuk dan menghancurkan kahyangan dan menculik Dewi Tara.

Para Dewa kemudian meminta bantuan pada Subali, putra Resi Gotama, yang terkenal sakti. Berbekal ajian pancasona, Subali ditemani adiknya Sugliwa, pergi ke Guwa Kiskenda untuk menyelamatkan sang dewi. Subali dan Sugliwa ini memiliki badan manusia dan berkepala kera.

Hanya Subali yang masuk dan berpesan pada adiknya untuk menutup pintu masuk goa jika cairan putih mengalir. Karena itu adalah pertanda dirinya telah binasa. Subali masuk dan berhasil mengalahkan kedua kakak beradik kerbau dan lembu tersebut dengan memecahkan kepala mereka. Membuat aliran darah bercampur serpihan otak mengalir, menjadikan warna darah menjadi putih.

Melihat cairan yang keluar berwarna putih, Sugliwa ingat akan pesan kakaknya dan langsung menutup goa dengan batu besar. Lalu dibawanya Dewi Tara kembali ke kahyangan dan mengabarkan kematian kakaknya. Oleh para dewa, keduanya pun dinikahkan.

Di sisi lain, Subali yang masih hidup merasa dikhianati oleh adiknya. Setelah menghancurkan batu yang dipasang Sugliwa, dia segera ke kahyangan dan mendapati adiknya menikahi Dewi Tara. Dipenuhi rasa dendam, Subali mengamuk dan enggan mendengarkan penjelasan Sugliwa. Keduanya baru bisa berhenti setelah dilerai oleh sang ayah.

Setelah tahu duduk permasalahannya, Subali merasa menyesal. Namun Resi Gotama merasa malu dan mengutuknya untuk mati karena panah dari titisan Dewa Wisnu. Sedangkan pernikahan Sugliwa dan Dewi Tara direstui dan diizinkan untuk mendirikan Kerajaan Pancawati di lokasi Guwa Kiskendo.

Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Goa Kiskendo

Goa ini memiliki panjang sekitar 1,5 KM dan berada di dalam perut bumi di kawasan Bukit Menoreh. Di dalam goa, terdapat dua jalan bercabang yang akan mengantar ke kamar-kamar kecil yang dulunya digunakan sebagai lokasi bertapa. Banyak nama-nama terkenal yang diketahui pernah bertapa di goa ini, khususnya para dalang dan penganut kepercayaan kejawen.

Goa Kiskendo terletak di Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi DIY – tak jauh dari Kantor Polisi Girimulyo. Berjarak sekitar 38 KM dari pusat Kota Jogja serta 21 KM jika dari Wates. Menurut wilayah administratifnya, goa ini berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo sejak tahun 2005.

Ada beberapa tarif yang perlu diperhatikan jika datang mengunjungi goa ini. Selain tarif masuk yang relatif murah, masih ada tarif parkir, serta tarif pemandu. Berikut adalah daftar rinciannya:

  • Untuk dapat menikmati suasana di dalam Goa Kiskendo, dikenakan biaya masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Tarif ini berlaku baik untuk anak-anak, maupun dewasa.
  • Biaya parkir yang dikenakan dibedakan berdasarkan jenis modanya. Yakni Rp 2.000 untuk sepeda motor beroda dua dan Rp 5.000 untuk mobil atau kendaraan beroda empat sejenis.
  • Jika datang secara berkelompok, ada baiknya untuk menyewa pemandu wisata dalam goa. Dengan demikian, dapat lebih memahami kisah di balik setiap titik lokasi di dalam goa. Adapun biaya yang dipasang adalah RP 40.000, belum termasuk sewa helm dan senter.

Daya Tarik Goa Kiskendo

Selain Goa Kiskendo, sebenarnya di sekitar kawasan setidaknya ada delapan obyek wisata yang dikelola oleh warga. Namun dari kedelapan lokasi yang ada, goa inilah yang paling terkenal dan menjadi obyek wisata andalan setempat. Beberapa daya tarik yang dimiliki oleh goa ini di antaranya adalah:

1. Susur Goa

Merupakan atraksi wisata utama yang ditawarkan. Di mana pengunjung yang datang banyak yang melakukan aktivitas ini. Karena seolah tak lengkap rasanya datang ke mari dan tidak melakukan susur goa. Kabarnya kedalaman gua mencapai 800 meter di bawah permukaan tanah.

Sejak dibuka sebagai lokasi wisata pada 1979 oleh pemerintah provinsi, dibangun utilitas untuk memudahkan wisatawan mengunjungi lokasi goa. Misalnya seperti tangga menurun di bagian pintu masuk serta selusur sebagai pegangan agar wisatawan tidak terpeleset di dalam goa. Dibangun pula pijakan jalan setapak di sepanjang goa.

2. Sisa Jejak Para Pertapa

Ada sembilan titik (kamar) yang dulu digunakan sebagai lokasi untuk bertapa. Yakni Pertapaan Tledek, Kusuma, Padasan, Semelong, Santri Tani, Selumbung, Lumbung Kampek, Sekadang, dan Seterbang. Hingga sekarang masih ada beberapa orang yang masih percaya dan melakukan ritual pertapaan di lokasi ini.

3. Stalaktit dan Stalagmit

Apa yang khas dari sebuah goa? Jawabannya tentu saja adalah stalaktit dan stalakmit. Yaitu batuan yang banyak terbentuk di goa-goa kapur. Stalaktit adalah batuan yang menggantung dari langit-langit, sedangkan stalagmit adalah batuan yang mengendap di lantai goa menghadap ke atas.

4. Panorama Alam

Bagi penderita pobia berada di tempat sempit dan/atau gelap dan tak bisa masuk ke dalam goa, masih ada gantinya. Apalagi kalau bukan pemandangan alam di sekitar lokasi goa yang masih sangat asri. Berada di sana dijamin akan membuat betah karena udara yang sejuk dan rindangnya pepohonan.

5. Relief Kisah Subali-Sugliwa

Di area taman di dekat pintu masuk menuju goa, terdapat dinding batu berisi pahatan relief mengenai kisah Ramayana Subali-Sugliwa. Seolah ingin menegaskan mengenai mitos mengenai legenda terbentuknya goa. Masih banyak orang yang memercayai kebenaran akan kisah ini.

6. Pertunjukan Seni

Terdapat teater terbuka di tengah taman Goa Kiskendo yang sering dimanfaatkan sebagai tempat pertunjukan. Misalnya seperti pada saat diselenggarakannya Festival Wisata Menoreh, teater ini dijadikan untuk lokasi pagelaran seni. Berbagai macam tarian disuguhkan dan yang paling terkenal adalah Tari Angguk, satu tarian kebanggaan masyarakat Kulon Progo.

Akses Transportasi Dan Akomodasi

Untuk mengunjungi Goa Kiskendo, sebaiknya menggunakan transportasi pribadi. Bagi yang berasal dari luar kota dengan moda transportasi umum, lebih baik memanfaatkan jasa sewa mobil yang ada di Jogja. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi karena moda transportasi umum yang ada kurang memadai untuk berwisata.

Jika memiliki hobi camping, tak ada salahnya untuk mencoba bermalam dengan mendirikan tenda di bumi perkemahan yang ada di area lokasi. Namun jika tidak, sudah ada resort serta penginapan pun tersedia bagi yang ingin bermalam.

Satu tips penting untuk berwisata ke Goa Kiskendo adalah pastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Sebab lokasi goa yang berada di daerah perbukitan, membuat jalan menuju ke sana penuh tanjakan dan turunan. Jika membawa kendaraan yang kurang sesuai dengan medan, ditakutkan justru akan mengganggu kenyamanan dalam berwisata.

Yang perlu diingat saat berkunjung adalah ada beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan di tempat ini. Dilarang membuang sampah di dalam goa, dilarang mengotori area goa,dan dilarang berpacaran. Serta yang kebiasaan buruk wisatawan (khususnya domestik) yang sulit dihilangkan adalah mencoret-coret, itu juga dilarang.