Ada banyak tempat wisata yang menarik di Jogja dan menyimpan banyak sejarah. Satu diantara tempat wisata tersebut adalah Sumur Gumuling Tamansari. Sumur yang satu ini bukan sebuah sumur biasa. Meskipun namanya sumur, faktanya sumur yang satu ini adalah sebuah kompleks masjid yang berada di bawah tanah. Jika selama ini anda bisa melihat masjid di atas permukaan tanah, masjid yang satu ini justru sebaiknya ada di bawah permukaan tanah. Tentu saja hal ini sangat menarik dan unik. Di bawah ini akan disajikan beragam informasi tentang Sumur Gumuling.

Lokasi Dan Harga Tiket Masuk Ke Sumur Gumuling Tamansari

Jika anda sudah tahu dimana letak Taman Sari Jogja, maka sebenarnya anda juga sudah tahu dimana letak sumur ini. Sumur Gumuling adalah sebuah kompleks masjid bawah tanah yang tepat berada di dalam kawasan wisata Taman Sari. Lebih tepatnya, kawasan ini berada di Jalan Patehan kompleks Taman Sari. Tempat ini juga tidak terlalu jauh di area Keraton Yogyakarta. Untuk sampai ke sini anda bisa menggunakan jasa rental mobil agar bisa sampai dengan mudah tanpa bingung mencari angkutan umum dengan rute yang benar.

Baca selengkapnya tentang Taman Sari

Setiap  pengunjung yang ingin masuk ke objek wisata yang satu ini wajib membayar harga tiket. Namun anda tidak perlu merasa khawatir, harga tiket untuk masuk ke sini sangat murah. Anda cukup membayar tiket Rp. 5000,- per orang. Namun harga tiket ini juga bisa berubah tergantung dari kebijakan pengelola Taman Sari. Anda tidak perlu merasa khawatir, sebab biarpun berubah harga tiket tetap tergolong murah. Dengan harga tiket yang murah ini rasanya sayang jika anda tidak berkunjung ke Sumur Gumuling.

Sejarah Dari Sumur Gumuling Tamansari

Pada zaman dahulu, Islam masuk ke pulau Jawa dan menyebar dengan cepat termasuk ke kawasan Jogja. Penyebaran islam ini dilakukan oleh para Wali Songo atau Wali Sembilan. Sehingga para sultan di Jogja juga menganut agama islam. Hal inilah yang menjadi dasar dibangunnya sebuah masjid di bawah tanah yang kemudian dikenal dengan Sumur Gumuling. Dikatakan sebagai Sumur Gumuling karena di dalamnya memang terdapat sebuah sumur dari mata air yang jernih.

Sumur Gumuling juga menjadi saksi sejarah kerajaan di Jogja dari masa ke masa. Hingga pada tahun 1867, Sumur Gumuling terkena gempa dan setelah itu mendapatkan serangan dari bangsa Inggris. Hal ini membuat adanya kerusakan pada sumur ini. Namun kerusakan tersebut tidak terlalu parah dan bisa dipugar. Sehingga Sumur Gumuling bisa bertahan hingga sekarang menjadi tempat wisata.

Lihat wisata sejarah lain di Jogja : Museum Vredeburg

Keunikan Dari Sumur Gumuling Tamansari

Ketika berada di Sumur Gumuling, anda pasti akan merasa kagum dengan sumur yang satu ini. Pasalnya ada banyak sekali keunikan yang dimiliki masjid bawah tanah Sumur Gumuling. Keunikan-keunikan ini bisa jadi tidak akan anda temui di tempat yang lain. Hal ini jugalah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan. Sehingga Sumur Gumuling tidak pernah sepi dari para pengunjung. Penasaran apa saja keunikan yang dimiliki oleh Sumur Gumuling? Berikut ini keunikan-keunikan tersebut:

1. Memiliki Arsitektur Jawa-Portugis

Arsitektur Sumur Gumuling sangat tidak biasa dari bangunan yang lainnya.  Masjid bawah tanah ini memiliki arsitektur Jawa-Portugis. Hal ini dikarenakan proses pembangunannya yang juga terpengaruh dengan arsitektur bangunan orang Eropa khususnya Portugis. Tentu sangat menyenangkan sekali berada di dalam masjid ini, anda seperti berada di sebuah tempat yang tidak biasa.

2. Memiliki Pintu Masuk Sebagai Lambang Filosofi

Di dalam Sumur Gumuling terdapat sebuah pintu masuk yang diyakini memiliki sebuah filosofi yang sangat tinggi. Pintu masuk menuju bawah tanah ini memiliki filosofi bahwa manusia asalnya dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Ajaran ini jelas sangat sesuai dengan ajaran agam Islam. Dengan masuk melalui pintu ini, anda memang seperti sedang masuk ke dalam tanah.

3. Desain Yang Kaya Akan Nilai-Nilai Islam

Semua desain yang ada di Sumur Gumuling, kaya akan nilai-nilai islam. Salah satunya adalah tangga bawah tanah yang berjumlah 5 buah. Kelima tangga ini menyimbolkan kelima rukun Islam. Kebersihan dan juga kerapian desain Sumur Gumuling melambangkan akan Islam adalah agama yang suci dan juga teratur. Ketika anda masuk ke dalam kawasan ini, anda bisa merasakan suasana yang tenang. Suasana tenang ini juga memberikan gambaran betapa khusyuknya para pendahulu kota Jogja dalam beribadah.

4. Memiliki Lubang Besar Pada Kubah Atap

Pada bagian atas atau kubah masjid ini terdapat sebuah lubang yang cukup besar. Lubang ini bukanlah sebuah lubang biasa. Lewat lubang ini anda bisa langsung melihat langit biru pada siang hari dan langit malam  penuh bintang di malam hari. Perpaduan kubah yang berwarna cokelat dengan pemandangan langit sungguh sangat cantik. Namun lubang ini tidak diciptakan tanpa fungsi. Fungsi lubang ini sangat penting untuk memperbesar suara imam. Sehingga imam sholat tidak perlu mengeraskan suaranya.

5. Kental Nuansa Cokelat Tanah

Begitu masuk ke Sumur Gumuling, anda akan merasakan sensasi yang berbeda. Semua dinding ruangan ini berwarna cokelat tanah. Hal ini membuat anda merasa benar-benar berada di suatu tempat yang sangat asing. Jika diperhatikan sekilas Sumur Gumuling ini juga mirip dengan gua yang sangat luas. Tentu saja hal ini sangat menyenangkan, sebab anda bisa masuk ke sebuah ruangan yang dindingnya tidak biasa. Warna cokelat ini juga terbilang nyaman di mata.

6. Memiliki Lorong-Lorong Yang Panjang

Ketika akan masuk dan keluar dari Sumur Gumuling, anda akan melewati lorong-lorong yang cukup panjang. Konon katanya pada zaman dahulu lorong ini sangat panjang bahkan hingga tembus ke pantai selatan. Memasuki lorong ini anda seperti sedang melintasi mesin waktu yang membawa anda ke dalam zaman sejarah. Lorong ini cukup gelap namun tetap aman untuk dilalui. Jadi anda tidak perlu merasa khawatir.

7. Dibangun Dari Batuan Tanah Dan Putih Telur

Keunikan terakhir yang dimiliki dari Sumur Gumuling adalah bahan baku pembuat bangunannya. Dikarenakan bangunan ini dibangun zaman dahulu, bangunan ini dibuat dari batuan tanah. Bahkan perekat dinding-dindingnya terbuat dari putih telur. Walaupun terbuat dari putih telur, namun ruangan ini sangat tidak amis sama sekali. Bangunan ini sangat kokoh bahkan selalu bertahan dari gempa-gempa yang mengguncang Jogja. Di saat bangunan sekitarnya runtuh dan tidak bisa dipugar lagi, Masjid Sumur Gumuling Tamansari ini tetap berdiri.

Semua keunikan dari Sumur Gumuling Tamansari ini bisa anda nikmati bersama teman maupun keluarga. Jika anda ke sini, jangan lupa untuk membawa kamera terbaik anda. Ada banyak spot foto cantik yang sayang jika dilewatkan. Ketika ke sini jangan merusak bagian dalam Sumur Gumuling seperti mencoret dindingnya atau membuang sampah sembarangan. Sumur Gumuling merupakan masjid bawah tanah yang harus dijaga kelestariannya.